Senin, 21 Februari 2011

Sistem Informasi PASAR

Pasar tradisional sebagai pusat perekonomian masyarakat mempunyai peran penting bagi perekonomian daerah karena berfungsi sebagai salah satu sumber retribusi daerah. Sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), pasar perlu dikelola dengan baik sehingga mampu memberikan kontribusi retribusi kepada daerah secara maksimal. Pasar-pasar baik pasar tradisional maupun pasar semi modern milik pemerintah sebagai pusat perekonomian masyarakat perlu dikelola dengan tata kelola yang baik (good governance) sehingga pengelolaan pasar menjadi transparan dan akuntabel.

Pengelolaan pasar merupakan kegiatan yang cukup kompleks. Banyak hal yang perlu dikelola tidak hanya pada penerimaan retribusi akan tetapi juga pada pengelolaan lahan pada pasar. Kompleksnya pengelolaan lahan dan retribusi akan menjadi masalah jika dikelola secara manual karena selain tingkat kesalahan yang tinggi, juga menyulitkan dalam penyusunan laporan . Banyaknya pasar dan jumlah pedagang yang cukup banyak seringkali menyulitkan kontrol sehingga berpotensi tidak maksimalnya penerimaan retribusi dari pasar.

Beberapa kesulitan dalam pengelolaan pasar antara lain :
1. Pengelolaan lahan yang tidak teratur sehingga sulit mengetahui lahan yang belum dipakai
2. Mengontrol masa berlaku pedagang sehingga pedagang harus memperpanjang masa pakai lahan
3. Mengontrol pembayaran retribusi
4. Mengontrol tunggakan retribusi pedagang
5. Membuat laporan penerimaan retribusi dengan cepat dan akurat

Teknologi informasi yang saat ini berkembang saat pesat, dapat dimanfaatkan untuk membantu mengelola pasar secara elektronis. Dengan pengelolaan pasar berbasis teknologi informasi diharapkan otomasi pelayanan dalam mengelola pasar dapat dilakukan sehingga dapat memudahkan pengguna dalam melakukan monitoring terhadap pasar dengan lebih cepat dan akurat.

Peran teknologi informasi dalam membantu pengelolaan pasar dapat diwujudkan dengan mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Pasar (SIM Pasar). SIM Pasar yang dikembangkan harus mampu membantu otomasi pelayanan pasar mulai dari pengelolaan lahan, pengelolaan pedagang, pengelolaan retribusi dan pengelolaan lainnya. Dengan SIM Pasar yang terintegrasi dalam otomasi pelayanan pasar diharapkan dapat memudahkan pengelola pasar melakukan perencanaan dan pengembangan pasar. Informasi yang dihasilkan dari SIM Pasar dapat diperoleh dengan cepat sehingga dapat membantu pengambilan keputusan secara cepat dan akurat.

TUJUAN :

Tujuan pengembangan SIM Pasar antara lain :
1. Membantu otomasi pelayanan pasar secara terintegrasi mulai dari penentuan tarif, pengelolaan lahan, pengelolaan pedagang, pembayaran retribusi dan pelaporan
2. Membantu mengontrol pengelolaan pasar seperti,
   a. Habis masa berlaku pedagang
   b. Pembayaran retribusi
   c. Tunggakan retribusi
3. Membantu menyediakan informasi yang cepat dan akurat sesuai kebutuhan pengelola pasar
4. Membantu menyediatakn data untuk alat bantu menyusun perencanaan dan pengambilan keputusan.

FITUR-FITUR :

1. Pengelolaan Data Master
   a. Pengelolaan Kelas Pasar
   b. Pengelolaan Pasar
   c. Pengelolaan Lahan
   d. Pengelolaan Tarif Retribusi
2. Pengelolaan Pedagang
   a. Pengelolaan Data Pedagang
   b. Pengelolaan Penetapan Pedagang
   c. Pengelolaan Perpanjangan Pedagang
   d. Pengelolaan Pengalihan Hak
3. Pengelolaan Retribusi
   a. Pengelolaan Pembayaran Penetapan
   b. Pengelolaan Pembayaran Perpanjangan
   c. Pengelolaan Pembayaran Pengalihan
   d. Pengelolaan Pembayaran Retribusi
4. Pengelolaan Pelaporan
   a. Terlambat Bayar Penetapan
   b. Terlambat Bayar Perpanjangan
   c. Terlambat Bayar Pengalihan
   d. Pembayaran Retribusi
   e. Habis Berlaku
   f. Penggunaan Lahan





0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More